Gerakan Suara Masyarakat Indonesia

Logo Gersum Indonesia
Bintang Kartika di Dada, Amanah Baru di Pundak: Mengenal Sosok Asmadi, Nahkoda GERSUMA Muaro Jambi
Kapten Chk (Purn.) Asmadi
Kapten (Purn.) Asmadi
Ketua DPD GERSUMA Muaro Jambi
Profil Tokoh · GERSUMA Muaro Jambi

Bintang Kartika di Dada, Amanah Baru di Pundak

Mengenal Sosok Asmadi, Nahkoda GERSUMA Muaro Jambi

Dari barak ke tengah masyarakat — seorang purnawirawan yang memilih mengabdi bukan dengan seragam, melainkan dengan kehadiran yang nyata di antara warga Muaro Jambi.

Dari Tebat Ijuk untuk Muaro Jambi

Ada yang tidak banyak berubah dari Asmadi sejak ia pertama kali mengenakan seragam hijau TNI puluhan tahun silam: keinginan untuk berguna. Lahir di Tebat Ijuk pada 2 Juni 1967, ia tumbuh dengan nilai-nilai yang sederhana namun teguh — bahwa pengabdian bukan hak istimewa, melainkan panggilan yang harus dijawab dengan tindakan.


Ia memulai karier militernya bukan dari posisi yang nyaman. Asmadi masuk dinas sebagai Tamtama, jenjang paling dasar dalam hierarki TNI Angkatan Darat. Dari sanalah ia menapaki setiap anak tangga dengan sabar: belajar disiplin di lapangan, memahami hukum di balik meja, dan memimpin dengan kepala yang dingin. Perjalanan panjang itu akhirnya mengantarkannya pada pangkat Kapten Corps Hukum (Chk) — sebuah pencapaian yang tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari ketekunan yang tidak kenal jeda.

Perjalanan Karier Militer

  • Awal Pengabdian
    Tamtama TNI Angkatan Darat
    Memulai dari jenjang paling dasar dalam hierarki militer — sebuah pilihan yang membangun karakter, kedisiplinan, dan etos pengabdian yang kelak menjadi fondasi seluruh karier berikutnya.
  • Jenjang Perwira
    Kaurundang — Kumrem 042/Garuda Putih
    Mengemban jabatan fungsional di Kesatuan Hukum Korem (Kumrem) 042/Gapu, Kodam II/Sriwijaya. Di sinilah keahliannya di bidang perundang-undangan militer diasah dan dipercayakan pada tugas-tugas yang menuntut ketelitian dan integritas tinggi.
  • Tanda Kehormatan
    Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
    Negara memberikan pengakuan atas dedikasi dan pengabdiannya melalui tanda kehormatan tertinggi TNI Angkatan Darat. Bintang itu bukan sekadar logam di dada — ia adalah catatan sunyi atas bertahun-tahun pengabdian tanpa pamrih.
  • Purna Tugas
    Purnawirawan dengan Pangkat Kapten Chk
    Mengakhiri dinas aktif dengan kepala tegak dan rekam jejak yang bersih. Namun bagi Asmadi, purna tugas bukan berarti berhenti — melainkan awal dari babak pengabdian yang berbeda.

Bintang di Dada, Tanggung Jawab di Pundak

Bintang Kartika Eka Paksi Nararya bukan tanda kehormatan yang mudah diraih. Ia diberikan kepada prajurit yang telah membuktikan diri melalui pengabdian nyata, bukan sekadar kehadiran dalam daftar nama. Bagi Asmadi, penghargaan itu adalah cermin dari perjalanan panjang yang ia tempuh dengan diam-diam — jauh dari sorotan, dekat dengan tanggung jawab.


Kini, bintang itu bukan lagi yang terpenting. Yang lebih berat justru adalah amanah baru yang kini tersampir di pundaknya: memimpin Dewan Pimpinan Daerah GERSUMA Indonesia Kabupaten Muaro Jambi. Sebuah peran yang berbeda dari seragam militer, namun menuntut hal yang sama — kejujuran, kepemimpinan, dan keberanian untuk berpihak pada masyarakat.

Nahkoda Baru untuk Muaro Jambi

Selasa siang, 28 Juli 2026. Aula Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi dipenuhi suasana khidmat ketika Ketua Umum GERSUMA Indonesia, Laksda Purn. TNI Nazali Lempo, S.H., M.H., secara resmi melantik dan mengukuhkan Asmadi sebagai Ketua DPD GERSUMA Indonesia Kabupaten Muaro Jambi. Bupati Bambang Bayu Suseno dan Wakil Bupati Junaidi H. Mahir turut menyaksikan momen bersejarah bagi organisasi kemasyarakatan di daerah itu.


Dalam arahannya, Nazali Lempo mengingatkan Asmadi dan seluruh jajaran pengurus agar menjadikan GERSUMA sebagai rumah yang sesungguhnya bagi masyarakat — tempat aspirasi didengar, bukan sekadar ditampung. Sementara Bupati Bambang berharap kehadiran GERSUMA dapat menjadi mitra kritis yang solutif: berani menyuarakan masukan, namun tetap membangun, bukan merobohkan.


Bagi Asmadi, pelantikan itu bukan puncak perjalanan. Ia hanyalah garis start dari sebuah periode panjang yang penuh tantangan — lima tahun bersama masyarakat Muaro Jambi, menjadi jembatan antara suara rakyat dan kebijakan pemerintah daerah. Bekal yang ia bawa bukan seragam atau pangkat, melainkan sesuatu yang jauh lebih berharga: pengalaman, integritas, dan kehendak yang tulus untuk terus berguna.

Scroll to Top